Minggu, 01 November 2026

RAUDAH JAMBAK



M. Raudah Jambak adalah seorang sastrawan, penyair, dramawan, dan budayawan senior terkemuka asal Kota Medan, Sumatera Utara. Selain aktif sebagai praktisi seni, ia juga berkarier sebagai akademisi yang mengajar sebagai Guru dan Dosen Ilmu Komunikasi serta Filsafat di Universitas Panca Budi Medan. Kiprah kreatifnya di dunia sastra dan seni pertunjukan telah berlangsung sejak tahun 1980-an hingga saat ini. [1, 2, 3, 4]

Biodata Singkat
  • Nama Lengkap: M. Raudah Jambak (Muhammad Raudah Jambak)
  • Tempat / Tanggal Lahir: Medan, 5 Januari 1972
  • Pendidikan Terakhir: FPBS IKIP Medan (Lulus tahun 1997)
  • Pekerjaan: Sastrawan, Budayawan, Penulis, Sutradara Teater, serta Guru/Dosen Filsafat dan Ilmu Komunikasi [1, 2, 3, 4]
Karya & Kontribusi Sastra
Ia dikenal produktif dalam melahirkan berbagai karya sastra, mulai dari puisi, syair, hingga naskah drama. Beberapa karya dan keterlibatannya yang terdokumentasi meliputi: [1, 2]
  • Karya Puisi: Buku-buku kumpulan puisi seperti "Seratus Untai Biji Tasbih" (yang bernuansa spiritual mendalam) dan "Sajak Sayang Na Si Puang". [1, 2]
  • Karya Syair & Tradisi: "Syair Laksamana Hang Nadim", "Syair Perang Sunggal", serta karya berbasis budaya lokal "Torsa ni Namora Pande Bosi". [1, 2]
  • Publikasi: Karya-karyanya tersebar luas dan dimuat di berbagai media nasional maupun internasional, seperti Majalah Horison (Jakarta), Surat Kabar Rakyat Merdeka, Majalah Gong (Jogja), hingga Radio Nederland. [1]
Rekam Jejak Kesenian
Sebagai aktor dan sutradara teater, Raudah Jambak aktif dalam berbagai forum budaya nasional sejak dekade 90-an. Ia tercatat pernah mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) III di TIM Jakarta (1995), Workshop Cerpen MASTERA di Bogor (2003), serta menyutradarai pementasan monolog seperti "Indonesia Undercover" (2005). Ia juga mendirikan wadah kreativitas yang dinamakan Taman Sastra Raudah Jambak sebagai pusat dokumentasi karya dan aktivitas budayanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar