SAJAK SAYANG NA SIPUANG
Karya : Raudah Jambak
Tetabuh gonrang sipitu-pitu, Pada mandiguriTetabuh gonrang sidua-dua, Pada mangililiki
Kami gualkan
Kami tarikan
Untukmu kekasih hati
O, Na sipuang, Na sipuang
(Sonaha...i huda-hudai do namatei....)
Engkau adalah ibu yang tak pernah kehilangan kasih
Engkau adalah ibu yang tak pernah kehilangan sayang
Melalui kibasan enggang doa-doa dilayangkan
Melalui hembusan angin harapan diterbangkan
Adakah yang lebih indah dari cinta seorang ibu
Sejak kandungan harapan ditasbihkan
Setelah lahir kasih mengalir seperti air
Ketika dewasa menggudang segala cita
O, Na sipuang, Na sipuang
(Sonaha...i toping-toping do namatei....)
Ditalun-talun kisahmu tersiar
Ditalun-talun kisahmu terkabar
Di tanah ini kami mengobar mandillo tonduy
Di tanah ini kami senandungkan urdo-urdo i
Adakah yang lebih sedih dari tetes tangis ibu
Yang tak sempat tasbihkan harapan
Yang tak sempat mengalirkan kasih
Yang tak sempat membaca cita-cita
O, Na sipuang, na sipuang
Kami tabuh gonrang
Demi menjeput
Segala riang
Tetabuh gonrang sipitu-pitu, Pada mandiguri
Tetabuh gonrang sidua-dua, Pada mangililiki
Kami gualkan
Kami tarikan
Untukmu kekasih hati
2013
🎭 NASKAH DRAMATISASI PANGGUNG
Judul: Na Sipuang – Gendang Cinta Seorang Ibu
Durasi: ±60 menit Format: Teater puisi musikal dengan musik gondang Batak, multimedia, dan gerak simbolik Bahasa: Indonesia dan Batak Toba
🧩 KARAKTER
Narator
Na Sipuang (Ibu)
Anak Lelaki
Anak Perempuan
Penari Gondang
Suara Gendang (voice-over)
Bayangan Enggang dan Angin
⏱️ STRUKTUR ADEGAN PER MENIT
| No | Adegan | Durasi | Deskripsi Singkat |
|---|---|---|---|
| 1 | Prolog: Tetabuh Gonrang | 5 min | Gendang ditabuh, panggung dibuka dengan syair |
| 2 | Na Sipuang dan Doa Ibu | 10 min | Ibu menyampaikan kasih dan harapan |
| 3 | Anak dan Cita-cita | 10 min | Anak-anak tumbuh, membawa mimpi |
| 4 | Bayangan yang Tak Sempat | 10 min | Ibu mengenang harapan yang tak sempat tersampaikan |
| 5 | Gendang dan Tangis | 10 min | Gendang ditabuh untuk mengusir duka |
| 6 | Tari Harapan dan Kibasan Enggang | 10 min | Tari simbolik doa dan cinta ibu |
| 7 | Epilog: Untukmu Kekasih Hati | 5 min | Penutup reflektif dan persembahan cinta |
🎬 ADEGAN 1 – PROLOG: “Tetabuh Gonrang”
Cue Musik: Gondang sipitu-pitu dan sidua-dua Cue Cahaya: Cahaya merah dan jingga Properti: Gendang Batak, ulos, lampu minyak
Narator (di tengah panggung):
“Tetabuh gonrang sipitu-pitu, pada mandiguri… Kami gualkan, kami tarikan, untukmu kekasih hati…”
Blocking:
Penari Gondang menari Tor-Tor mengelilingi gendang.
Na Sipuang duduk di tengah, memegang ulos.
🎬 ADEGAN 2 – NA SIPUANG DAN DOA IBU
Cue Musik: Musik sulim dan taganing lembut Cue Cahaya: Cahaya biru dan putih Properti: Bantal bayi, kendi air
Na Sipuang (monolog):
“Engkau adalah ibu yang tak pernah kehilangan kasih… Melalui kibasan enggang doa-doa dilayangkan…”
Suara Gendang (voice-over):
“Sonaha… i huda-hudai do namatei…”
Blocking:
Na Sipuang mengayun bantal bayi.
Bayangan Enggang menari di latar, gerakan lambat.
🎬 ADEGAN 3 – ANAK DAN CITA-CITA
Cue Musik: Musik ceria, gondang ritmis Cue Cahaya: Cahaya terang Properti: Buku, pena, tas sekolah
Anak Lelaki:
“Aku ingin jadi dokter, Bu…”
Anak Perempuan:
“Aku ingin jadi guru, seperti Ibu dulu…”
Na Sipuang:
“Sejak kandungan harapan ditasbihkan… Setelah lahir kasih mengalir seperti air…”
Blocking:
Anak-anak menari dengan buku dan pena.
Na Sipuang menatap mereka dengan bangga.
🎬 ADEGAN 4 – BAYANGAN YANG TAK SEMPAT
Cue Musik: Musik sendu, suara angin Cue Cahaya: Cahaya kelabu Properti: Surat tak selesai, ulos sobek
Narator:
“Adakah yang lebih sedih dari tetes tangis ibu… Yang tak sempat tasbihkan harapan…”
Na Sipuang (menangis):
“Yang tak sempat mengalirkan kasih… Yang tak sempat membaca cita-cita…”
Blocking:
Na Sipuang duduk sendiri, memegang surat.
Penari Gondang menari perlahan, gerakan berat.
🎬 ADEGAN 5 – GENDANG DAN TANGIS
Cue Musik: Gondang cepat dan dramatis Cue Cahaya: Cahaya merah dan putih berkedip Properti: Gendang, air mata simbolik (kendi tumpah)
Na Sipuang:
“Kami tabuh gonrang demi menjeput segala riang…”
Penari Gondang:
“Tetabuh gonrang sipitu-pitu, pada mandiguri…”
Blocking:
Tari perang batin: antara duka dan harapan.
Air dari kendi ditumpahkan sebagai simbol tangis.
🎬 ADEGAN 6 – TARI HARAPAN DAN KIBASAN ENGGANG
Cue Musik: Musik harapan, gondang lembut Cue Cahaya: Cahaya emas dan biru Properti: Sayap enggang, bunga air
Narator:
“Melalui hembusan angin harapan diterbangkan…”
Bayangan Enggang (menari):
“Kami membawa doa-doa ibu…”
Blocking:
Tari simbolik: enggang menari di atas panggung.
Na Sipuang berdiri, membuka ulos besar.
🎬 ADEGAN 7 – EPILOG: UNTUKMU KEKASIH HATI
Cue Musik: Musik instrumental tenang Cue Cahaya: Cahaya putih terang Properti: Gendang, ulos, bunga
Na Sipuang (monolog):
“Kami gualkan, kami tarikan… Untukmu kekasih hati…”
Semua karakter (bersama):
“O, Na Sipuang, Na Sipuang…”
Blocking:
Semua karakter berdiri menghadap penonton.
Gendang ditabuh perlahan hingga senyap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar