Jumat, 31 Oktober 2025

NASKAH DRAMATISASI PANGGUNG PUISI SAJAK SAYANG NA SIPUANG KARYA RAUDAH JAMBAK

 SAJAK SAYANG NA SIPUANG

Karya : Raudah Jambak

Tetabuh gonrang sipitu-pitu, Pada mandiguri
Tetabuh gonrang sidua-dua, Pada mangililiki
Kami gualkan
Kami tarikan
Untukmu kekasih hati

O, Na sipuang, Na sipuang
(Sonaha...i huda-hudai do namatei....)
Engkau adalah ibu yang tak pernah kehilangan kasih
Engkau adalah ibu yang tak pernah kehilangan sayang
Melalui kibasan enggang doa-doa dilayangkan
Melalui hembusan angin harapan diterbangkan
Adakah yang lebih indah dari cinta seorang ibu
Sejak kandungan harapan ditasbihkan
Setelah lahir kasih mengalir seperti air
Ketika dewasa menggudang segala cita

O, Na sipuang, Na sipuang
(Sonaha...i toping-toping do namatei....)
Ditalun-talun kisahmu tersiar
Ditalun-talun kisahmu terkabar
Di tanah ini kami mengobar mandillo tonduy
Di tanah ini kami senandungkan urdo-urdo i
Adakah yang lebih sedih dari tetes tangis ibu
Yang tak sempat tasbihkan harapan
Yang tak sempat mengalirkan kasih
Yang tak sempat membaca cita-cita

O, Na sipuang, na sipuang
Kami tabuh gonrang
Demi menjeput
Segala riang

Tetabuh gonrang sipitu-pitu, Pada mandiguri
Tetabuh gonrang sidua-dua, Pada mangililiki
Kami gualkan
Kami tarikan
Untukmu kekasih hati

2013

🎭 NASKAH DRAMATISASI PANGGUNG

Judul: Na Sipuang – Gendang Cinta Seorang Ibu

Durasi: ±60 menit Format: Teater puisi musikal dengan musik gondang Batak, multimedia, dan gerak simbolik Bahasa: Indonesia dan Batak Toba

🧩 KARAKTER

  • Narator

  • Na Sipuang (Ibu)

  • Anak Lelaki

  • Anak Perempuan

  • Penari Gondang

  • Suara Gendang (voice-over)

  • Bayangan Enggang dan Angin

⏱️ STRUKTUR ADEGAN PER MENIT

NoAdeganDurasiDeskripsi Singkat
1Prolog: Tetabuh Gonrang5 minGendang ditabuh, panggung dibuka dengan syair
2Na Sipuang dan Doa Ibu10 minIbu menyampaikan kasih dan harapan
3Anak dan Cita-cita10 minAnak-anak tumbuh, membawa mimpi
4Bayangan yang Tak Sempat10 minIbu mengenang harapan yang tak sempat tersampaikan
5Gendang dan Tangis10 minGendang ditabuh untuk mengusir duka
6Tari Harapan dan Kibasan Enggang10 minTari simbolik doa dan cinta ibu
7Epilog: Untukmu Kekasih Hati5 minPenutup reflektif dan persembahan cinta

🎬 ADEGAN 1 – PROLOG: “Tetabuh Gonrang”

Cue Musik: Gondang sipitu-pitu dan sidua-dua Cue Cahaya: Cahaya merah dan jingga Properti: Gendang Batak, ulos, lampu minyak

Narator (di tengah panggung):

“Tetabuh gonrang sipitu-pitu, pada mandiguri… Kami gualkan, kami tarikan, untukmu kekasih hati…”

Blocking:

  • Penari Gondang menari Tor-Tor mengelilingi gendang.

  • Na Sipuang duduk di tengah, memegang ulos.

🎬 ADEGAN 2 – NA SIPUANG DAN DOA IBU

Cue Musik: Musik sulim dan taganing lembut Cue Cahaya: Cahaya biru dan putih Properti: Bantal bayi, kendi air

Na Sipuang (monolog):

“Engkau adalah ibu yang tak pernah kehilangan kasih… Melalui kibasan enggang doa-doa dilayangkan…”

Suara Gendang (voice-over):

“Sonaha… i huda-hudai do namatei…”

Blocking:

  • Na Sipuang mengayun bantal bayi.

  • Bayangan Enggang menari di latar, gerakan lambat.

🎬 ADEGAN 3 – ANAK DAN CITA-CITA

Cue Musik: Musik ceria, gondang ritmis Cue Cahaya: Cahaya terang Properti: Buku, pena, tas sekolah

Anak Lelaki:

“Aku ingin jadi dokter, Bu…”

Anak Perempuan:

“Aku ingin jadi guru, seperti Ibu dulu…”

Na Sipuang:

“Sejak kandungan harapan ditasbihkan… Setelah lahir kasih mengalir seperti air…”

Blocking:

  • Anak-anak menari dengan buku dan pena.

  • Na Sipuang menatap mereka dengan bangga.

🎬 ADEGAN 4 – BAYANGAN YANG TAK SEMPAT

Cue Musik: Musik sendu, suara angin Cue Cahaya: Cahaya kelabu Properti: Surat tak selesai, ulos sobek

Narator:

“Adakah yang lebih sedih dari tetes tangis ibu… Yang tak sempat tasbihkan harapan…”

Na Sipuang (menangis):

“Yang tak sempat mengalirkan kasih… Yang tak sempat membaca cita-cita…”

Blocking:

  • Na Sipuang duduk sendiri, memegang surat.

  • Penari Gondang menari perlahan, gerakan berat.

🎬 ADEGAN 5 – GENDANG DAN TANGIS

Cue Musik: Gondang cepat dan dramatis Cue Cahaya: Cahaya merah dan putih berkedip Properti: Gendang, air mata simbolik (kendi tumpah)

Na Sipuang:

“Kami tabuh gonrang demi menjeput segala riang…”

Penari Gondang:

“Tetabuh gonrang sipitu-pitu, pada mandiguri…”

Blocking:

  • Tari perang batin: antara duka dan harapan.

  • Air dari kendi ditumpahkan sebagai simbol tangis.

🎬 ADEGAN 6 – TARI HARAPAN DAN KIBASAN ENGGANG

Cue Musik: Musik harapan, gondang lembut Cue Cahaya: Cahaya emas dan biru Properti: Sayap enggang, bunga air

Narator:

“Melalui hembusan angin harapan diterbangkan…”

Bayangan Enggang (menari):

“Kami membawa doa-doa ibu…”

Blocking:

  • Tari simbolik: enggang menari di atas panggung.

  • Na Sipuang berdiri, membuka ulos besar.

🎬 ADEGAN 7 – EPILOG: UNTUKMU KEKASIH HATI

Cue Musik: Musik instrumental tenang Cue Cahaya: Cahaya putih terang Properti: Gendang, ulos, bunga

Na Sipuang (monolog):

“Kami gualkan, kami tarikan… Untukmu kekasih hati…”

Semua karakter (bersama):

“O, Na Sipuang, Na Sipuang…”

Blocking:

  • Semua karakter berdiri menghadap penonton.

  • Gendang ditabuh perlahan hingga senyap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar