Jumat, 31 Oktober 2025

NASKAH DRAMATISASI PANGGUNG PUISI LELAKI TUA DI TENGAH DANAU KARYA RAUDAH JAMBAK

 

🎭 NASKAH DRAMATISASI PANGGUNG

Judul: Lelaki Tua di Tengah Danau – Tuah Gondang dan Doa Tanah Leluhur

Durasi: ±60 menit Format: Teater puisi musikal dengan musik gondang Batak, multimedia, dan gerak simbolik Bahasa: Indonesia dan Batak Toba

🧩 KARAKTER

  • Narator

  • Lelaki Tua

  • Batara Guru

  • Boru Saniang Naga

  • Boru Deak Parujar

  • Anak-anak Danau

  • Penari Gondang

  • Suara Air dan Angin (voice-over)

⏱️ STRUKTUR ADEGAN PER MENIT

NoAdeganDurasiDeskripsi Singkat
1Prolog: Tuah Gondang5 minNarator membuka dengan kutipan puisi
2Lelaki Tua dan Danau10 minLelaki Tua menari dan berdoa di tengah danau
3Mangase Homban dan Anak-anak10 minRitual untuk Boru Saniang Naga dan Boru Deak Parujar
4Riak dan Rindu10 minAnak-anak bermain, riak dan rindu muncul
5Doa kepada Ompu Mulajadi10 minLelaki Tua menyampaikan doa kepada leluhur
6Tari Sukacita dan Nyanyian Air10 minTari dan nyanyian sebagai penutup ritual
7Epilog: Padamu, Padaku, Pada Kita5 minPenutup reflektif dan simbolik

🎬 ADEGAN 1 – PROLOG: “Tuah Gondang”

Cue Musik: Gondang sabangunan lembut Cue Cahaya: Cahaya redup, proyeksi danau dan kabut Properti: Ulos, tongkat kayu, batu bundar

Narator (di tengah panggung):

“O Batara Guru… Telah kubuat tuah ni gondang…”

Blocking:

  • Penari Gondang masuk perlahan, menari Tor-Tor lembut.

  • Lelaki Tua duduk di atas batu, memegang tongkat.

🎬 ADEGAN 2 – LELAKI TUA DAN DANAU

Cue Musik: Musik sulim dan taganing Cue Cahaya: Cahaya biru dan hijau Properti: Air buatan, ulos putih

Lelaki Tua (monolog):

“Angin mengelus, air mengalir… Adakah rahasia pada segala…”

Suara Air (voice-over):

“Kami menyimpan jejakmu, Lelaki Tua…”

Blocking:

  • Lelaki Tua berjalan perlahan di tengah danau.

  • Penari Gondang mengiringi dengan gerakan simbolik.

🎬 ADEGAN 3 – MANGASE HOMBAN DAN ANAK-ANAK

Cue Musik: Gondang perang dan gondang mula-mula Cue Cahaya: Cahaya merah dan putih Properti: Air, ulos, kendi

Lelaki Tua:

“Telah kulakukan mangase homban… Agar senang si Boru Saniang Naga…”

Anak-anak Danau (berlarian):

“Kami ingin mencapai dasar danau…”

Blocking:

  • Ritual air dilakukan di tengah panggung.

  • Anak-anak menari dan bermain air.

🎬 ADEGAN 4 – RIAK DAN RINDU

Cue Musik: Musik sendu, suara riak air Cue Cahaya: Cahaya kelabu Properti: Batu kecil, daun, ulos kecil

Narator:

“Riak-riak menciptakan irama… Ah, adakah rindu masih terpaut…”

Blocking:

  • Anak-anak duduk di tepi danau, melempar batu kecil.

  • Lelaki Tua menatap mereka dari kejauhan.

🎬 ADEGAN 5 – DOA KEPADA OMPU MULAJADI

Cue Musik: Musik zikir Batak Cue Cahaya: Cahaya putih terang Properti: Sajadah ulos, dupa, tongkat

Lelaki Tua (berdoa):

“Sampaikan kepada Ompu Mulajadi Nabolon… Jagalah Bona Ni Pasa segala suka…”

Suara Angin (voice-over):

“Kami membawa kabar berita…”

Blocking:

  • Lelaki Tua berdoa di tengah panggung.

  • Penari Gondang menari melingkar.

🎬 ADEGAN 6 – TARI SUKACITA DAN NYANYIAN AIR

Cue Musik: Gondang sabangunan penuh Cue Cahaya: Cahaya keemasan Properti: Ulos besar, bunga air

Narator:

“Menarilah dengan penuh sukacita… Bernyanyilah dengan segala keindahan nada…”

Blocking:

  • Semua karakter menari bersama.

  • Air buatan mengalir di tengah panggung.

🎬 ADEGAN 7 – EPILOG: PADAMU, PADAKU, PADA KITA

Cue Musik: Musik instrumental tenang Cue Cahaya: Cahaya senja Properti: Batu, ulos, air

Lelaki Tua (monolog):

“Padamu, padaku, atau pada kita…”

Blocking:

  • Lelaki Tua duduk kembali di atas batu.

  • Semua karakter berdiri menghadap penonton.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar